Rabu…
Masih kelabu
Lebih kelabu
Lebih pilu
Malam mendung
Kilat menyambar
Angin menusuk tulangku
Menerpa lemah tubuhku
Tetesan hujan mulai turun
Menyusul air mataku yang telah dahuluinya
Butiran-butiran air selimuti malamku
Menetes kian deras
Dedaunan melambai kepadaku
Seolah mengajakku berkenalan
Suara tetesan air kian keras
Langitpun bergemuruh
Cahaya kilat makin terang
Tiupan angin makin kencang
Ku duduk sendirian
Melamun menatap angkasa
Takut…
Sakit…
Perih….
Derita yang kurasa…
Cipratan air hujan basahi tubuhku..
Membuatku basah
Ku tak tahu apa yang harus ku lakukan
Hanya kosong yang terasa di pikiranku
Siapa aku ini?
Mengapa tega mereka lakukan ini padaku?
Mengapa mereka tak seperti yang lain?
Apa mereka bahagia melihatku terluka?
Apakah mereka sudah tak pedulikan aku?
Apa mereka sudah tak menganggap aku?
Selalu mengusik kebahagiaanku
Ku tak tahu kepada siapa harus kulampiaskan semuanya
Aku ingin terbang
Aku ingin bebas
Kurasa aku tak kuat tuk jalaninya
Aku merasa seperti dalam penjara
Kumerasa haus kasih sayang
Kumerasa lapar akan cinta
Aku ingin minum racun
Untuk akhiri ini semua
Puisi ini kubuat khusus buat d’iron community
Sebagai ungakapan perasaanku saat ini karena masalah semakin rumit dan ga bisa aku mengerti.. karena aku bukan tipe orang yang suka curhat… hehehehehehe
Rabu,25 Agustus 2010
By Widya Bramono
8 SBI 1/05
5 JHS Yogyakarta
Tampilkan postingan dengan label WB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WB. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 Agustus 2010
Rabu, 25 Agustus 2010
Perasaanku
Hatiku yang kelabu
Selasa sore yang kelam
Ku menatap keluar jendela kamar ku
Kudengarkan rintikan air hujan
Menetes deras seirama air mataku
Tak kuasa ku bendung air mata ini
Mengalir deras bak air terjun
Saat ini saat yang memilukan
Pikiran ku melayang tak terarah
Senyum sesuatu yang mustahil untuk dilakukan
Hanya kesedihan yang terpancar diwajahku
Gambaran betapa sakitnya hatiku
Merasa matahari tak menyinari
Air mata terus membasahi pipi merahku
Hariku tak indah tak seindah biasanya
Hanya tangisan yg mengisi tiap detik hariku
Hampa rasanya hidupku kini
Bagai diterpa angin topan
Bagai diguncang gempa bumi
Tak tentu pikiran
Tak rasa apa-apa
Ingin rasanya lari
Ingin rasanya menjauh
Ingin rasanya aku pergi
Tinggalkan dunia ini
Tapi ku tak bisa
Semua ini harus kuhadapi
Aku harus kuat
Tuk jalani semua ini
Oh Tuhan
Berilah aku kekuatan
agar aku bisa lewati rintangan ini
Jadikanlah aku batu karang
yang dapat menahan hempasan ombak lautan
puisi ini ku berikan khusus untuk anak-anak d'iron
by Widya Bramono
8 SBI 1/05
5 Junior High School Yogyakarta
Selasa sore yang kelam
Ku menatap keluar jendela kamar ku
Kudengarkan rintikan air hujan
Menetes deras seirama air mataku
Tak kuasa ku bendung air mata ini
Mengalir deras bak air terjun
Saat ini saat yang memilukan
Pikiran ku melayang tak terarah
Senyum sesuatu yang mustahil untuk dilakukan
Hanya kesedihan yang terpancar diwajahku
Gambaran betapa sakitnya hatiku
Merasa matahari tak menyinari
Air mata terus membasahi pipi merahku
Hariku tak indah tak seindah biasanya
Hanya tangisan yg mengisi tiap detik hariku
Hampa rasanya hidupku kini
Bagai diterpa angin topan
Bagai diguncang gempa bumi
Tak tentu pikiran
Tak rasa apa-apa
Ingin rasanya lari
Ingin rasanya menjauh
Ingin rasanya aku pergi
Tinggalkan dunia ini
Tapi ku tak bisa
Semua ini harus kuhadapi
Aku harus kuat
Tuk jalani semua ini
Oh Tuhan
Berilah aku kekuatan
agar aku bisa lewati rintangan ini
Jadikanlah aku batu karang
yang dapat menahan hempasan ombak lautan
puisi ini ku berikan khusus untuk anak-anak d'iron
by Widya Bramono
8 SBI 1/05
5 Junior High School Yogyakarta
Langganan:
Postingan (Atom)