Temen-temen yang aku sayangi dan yang menyayangi saya. Mana suaranyaaa?!
Jadi gini..
Teman unyu kita yang bernama Selma mau konser besok pas wisuda. Dia butuh banget dukungan dan tepuk tangan pas konser nanti.
Tadi siang pas aku liat dia latihan, suaranya kereeen banget! Tia 9B juga! Jadi mereka ada berempat. Selma, Tia 9B, Putri 9B, sama Nova CI2. Aku udah liat mereka latihan, dan suaranya bikin meleleh sumpah! Dan lagu yang mereka nyanyiin ada tiga. Someone Like You, Jar Of Hearts, dan kalo nggak salah nih judul lagu ketiga itu Butiran Debu.
Nah, jadi aku minta tolong temen-temen, dengan seluruh keikhlasannya, kita angkat tangan melambai dan ikut nyanyi bareng mereka. Mungkin malu kalo ngelakuin ini sendirian. Tapi kalo bareng-bareng pasti seru. Dan bisa aja nanti murid lain juga ikut. Dan untuk diakhirnya kita tepuk tangan sekenceng-kencengnya buat Selma dan teman-teman. :)
Jadi ayo kita meriahkan acara formal terakhir di SMp 5 kita yang tercinta ini. :)
Terima kasih!
- V. A. W.
Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hot News. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 09 Juni 2012
Senin, 17 Januari 2011
Pada Masuk Google!
Jumat, 10 Desember 2010
Pirates of the Caribbean 4: First Looks!
December 9th, 2010
Captain Jack is (almost) back.
On May 20, Johnny Depp will reprise the role that truly made him an icon, as he steps back into the swashbuckling shoes of Captain Jack Sparrow in Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides. We've got an early look at a scene from the movie here:
The fourth installment of this franchise will find Jack and Barbossa seeking the Fountain of Youth. Along the way, Depp's beloved character will meet a former flame, as seen above and played by Penelope Cruz.
"What's most interesting about Pirates 4 is you don't have to connect the dots for these subplots and sub-characters," Depp told USA Today. "It felt like a fresh, clean slate."
Neither Orlando Bloom nor Keira Knightley appears in the film. Check out two more scenes from the blockbuster HERE and HERE.
SWEET KISS FAT LOUI
Jumat, 19 November 2010
Nginep di Hotel Luar Angkasa Habiskan 42 Miliar Rupiah
Sebuah perusahaan memiliki rencana untuk membuka hotel pertama di luar angkasa dan rencana akan dibuka untuk tamu mulai tahun 2012, walaupun rencana ini sempat menuai banyak kritik dan pertanyaan banyak investor atas project multi miliaran dollar ini. Arsitek hotela tersebut adalah perusahaan The Galactic Suite Space Resort yang bermarkas di Barcelona, yang mengatakan bahwa hotel di luar angkasa tersebut dikenakan biaya untuk tamu sebesar 3 juta euro ($4.4 juta) atau sekitar Rp. 42 miliar untuk biaya menginap 3 malam di hotel, dimana harga tersebut sudah termasuk 8 minggu kursus di pulau tropis.
Selama tinggal di hotel luar angkasa atau tepatnya di bulan, tamu dapat melihat matahari terbit 15 kali sehari dan berjalan mengelilingi dunia setiap 80 menit. Mereka akan mengenakan pakaian ‘velcro’ sehingga mereka dapat merangkak di sekitar ruangan pod mereka dengan melekatkan dirinya ke dinding, mirip di film Spiderman. Menurut CEO The Galactic Suite Space Resort, Xavier Claramunt, yang juga pernah menjabat sebagai teknisi aerospace mengatakan bahwa project tersebut akan disimpan di perusahaannya (galacticsuite.com), dan ia yakin bahwa perjalanan luar angkasa ini akan menjadi hal luar biasa di masa depan.
Galactic Suite Ltd akan menjalankan project ini dengan single pod di orbit 450 km (280 mil) di atas bumi, dan berjalan dengan kecepatan 30,000 km per jam, dengan kapasitas penumpang 4 orang dan 2 pilot astronot. Perjalanan akan memakan waktu satu setengah hari. “Ketika penumpang sampai di rocket, mereka akan tinggal selama 3 harus di rocket dan kapsul. Kini sudah lebih dari 200 orang yang tertarik dengan perjalanan di hotel luar angkasa ini dan setidaknya terdapat 43 orang telah memesan ‘kamar’ hotel tersebut.” ungkap Claramunt.
Namun, pertanyaan yang timbul, darimana uang yang begitu banyak untuk membangun project ini? Claramunt menjawab ada seorang miliuner anonym yang tertarik dan mau mendanai project tersebut sebesar $3 miliar.
Galactic Suite Ltd akan menjalankan project ini dengan single pod di orbit 450 km (280 mil) di atas bumi, dan berjalan dengan kecepatan 30,000 km per jam, dengan kapasitas penumpang 4 orang dan 2 pilot astronot. Perjalanan akan memakan waktu satu setengah hari. “Ketika penumpang sampai di rocket, mereka akan tinggal selama 3 harus di rocket dan kapsul. Kini sudah lebih dari 200 orang yang tertarik dengan perjalanan di hotel luar angkasa ini dan setidaknya terdapat 43 orang telah memesan ‘kamar’ hotel tersebut.” ungkap Claramunt.
Namun, pertanyaan yang timbul, darimana uang yang begitu banyak untuk membangun project ini? Claramunt menjawab ada seorang miliuner anonym yang tertarik dan mau mendanai project tersebut sebesar $3 miliar.
Sains & Teknologi Rusia Bangun Hotel di Luar Angkasa
Nantinya, para tamu akan diangkut ke hotel dengan menggunakan shuttle Soyoz.
Perusahaan Rusia meluncurkan rencana ambisius, yakni membangun guest house di ruang angkasa.
Orbital Technologies, perusahaan tersebut mengatakan, guest house ini dapat memberikan kenyamanan akomodasi bagi wisatawan kaya di ruang angkasa pada tahun 2016 mendatang.
Seperti dikutip dari BBC, 3 Oktober 2010, perusahaan asal Moscow itu juga akan mempekerjakan koki-koki ternama untuk menyiapkan makanan sebelum meraka dikirim ke ruang angkasa.
Nantinya, para tamu akan diangkut ke hotel dengan menggunakan shuttle Soyoz seperti yang digunakan untuk mengangkut kosmonot ke stasiun luar angkasa internasional (International Space Station/ISS).
Namun, Sergei Kostenko, Chief Executive Officer Orbital Technologies mengatakan, guest house yang akan dibangun akan lebih nyaman jika dibandingkan dengan ISS.
“Kami merencanakan di dalam ruangan nanti tidak akan mengingatkan pengunjung pada ISS,” kata Kostenko. “Hotel itu harus nyaman di dalam dan ini memungkinkan untuk melihat bumi melalui teropong yang besar,” ucapnya.
Hotel ini juga diperuntukkan bagi orang kaya dan orang yang bekerja untuk perusahaan private yang ingin melakukan penelitian di angkasa. Adapun untuk orbitnya, hotel tersebut akan mengikuti orbit yang sama seperti International Space Station (ISS).
Modul yang pertama dikirimkan, kata Kostenko, akan memiliki 4 kabin yang di desain hingga dapat menampung 7 penumpang dalam ruangan berukuran 20 meter kubik. Namun Kostenko tidak mengungkapkan biaya yang harus dikeluarkan untuk menginap di hotel (guest house) tersebut.
Para konglomerat sudah merespons rencana pembangunan hotel ini. Bahkan rencananya, perjalanan ke luar angkasa bagi para turis mulai bisa dilakukan pada tahun 2011.
Ada beberapa fasilitas yang ditawarkan dalam hotel tersebut. Mulai dari kebutuhan penelitian ilmiah, media dan hiburan. Kapal luar angkasa yang bisa mengangkut para turis juga telah disiapkan.
Sejumlah investor telah menanamkan modalnya dalam proyek ini. Nilainya menacpai USD 100 juta hingga USD 1 miliar. Beberapa bahkan sudah meneken kontrak.
Perusahaan Rusia meluncurkan rencana ambisius, yakni membangun guest house di ruang angkasa.
Orbital Technologies, perusahaan tersebut mengatakan, guest house ini dapat memberikan kenyamanan akomodasi bagi wisatawan kaya di ruang angkasa pada tahun 2016 mendatang.
Seperti dikutip dari BBC, 3 Oktober 2010, perusahaan asal Moscow itu juga akan mempekerjakan koki-koki ternama untuk menyiapkan makanan sebelum meraka dikirim ke ruang angkasa.
Nantinya, para tamu akan diangkut ke hotel dengan menggunakan shuttle Soyoz seperti yang digunakan untuk mengangkut kosmonot ke stasiun luar angkasa internasional (International Space Station/ISS).
Namun, Sergei Kostenko, Chief Executive Officer Orbital Technologies mengatakan, guest house yang akan dibangun akan lebih nyaman jika dibandingkan dengan ISS.
“Kami merencanakan di dalam ruangan nanti tidak akan mengingatkan pengunjung pada ISS,” kata Kostenko. “Hotel itu harus nyaman di dalam dan ini memungkinkan untuk melihat bumi melalui teropong yang besar,” ucapnya.
Hotel ini juga diperuntukkan bagi orang kaya dan orang yang bekerja untuk perusahaan private yang ingin melakukan penelitian di angkasa. Adapun untuk orbitnya, hotel tersebut akan mengikuti orbit yang sama seperti International Space Station (ISS).
Modul yang pertama dikirimkan, kata Kostenko, akan memiliki 4 kabin yang di desain hingga dapat menampung 7 penumpang dalam ruangan berukuran 20 meter kubik. Namun Kostenko tidak mengungkapkan biaya yang harus dikeluarkan untuk menginap di hotel (guest house) tersebut.
Para konglomerat sudah merespons rencana pembangunan hotel ini. Bahkan rencananya, perjalanan ke luar angkasa bagi para turis mulai bisa dilakukan pada tahun 2011.
Ada beberapa fasilitas yang ditawarkan dalam hotel tersebut. Mulai dari kebutuhan penelitian ilmiah, media dan hiburan. Kapal luar angkasa yang bisa mengangkut para turis juga telah disiapkan.
Sejumlah investor telah menanamkan modalnya dalam proyek ini. Nilainya menacpai USD 100 juta hingga USD 1 miliar. Beberapa bahkan sudah meneken kontrak.
Sabtu, 28 Agustus 2010
Restoran Kanibal di Jerman
VIVAnews - Jerman sedang dihebohkan dengan sebuah situs restoran yang mengiklankan sajian menu daging manusia. Situs itu mengajak siapapun untuk mendonasikan bagian tubuhnya untuk menjadi menu utama restoran gernama Flime di Berlin, Jerman.
Seperti dilansir Telegraph edisi 27 Agustus 2010, iklan ajakan donasi bagian tubuh untuk disantap itu menuai kemarahan publik Jerman.
Dalam iklannya, mereka meminta pengunjung restoran untuk mendonasikan sebagian tubuhnya untuk disajikan. Mereka juga sekaligus mencari dokter bedah yang menurut mereka 'berpikiran terbuka'.
Bagi mereka yang bersedia menjadi anggota dan mendonasikan organnya, mereka harus bersedia turut dalam budaya 'Kanibal-Wari'. Dan pemilik restoran akan meminta mereka untuk mengisi formulir kesediaan.
Hingga kini belum terungkap di mana lokasi restoran yang menuai protes itu. Dalam situs disebutkan, dalam menjalankan bisnisnya, restoran ini mengedepankan spirit dari kanibalisme 'Belas Kasihan' dari Suku Waricaca di Brazil.
"Kami melihat acara pesta ini merupakan tindakan rohani, yang memiliki semangat dan kekuatan mengkonsumsi makhluk hidup untuk diberikan kepada para tamu," tulis situs itu.
Protes pun bermunculan. Wakil Presiden Partai Kristen Demokrat Berlin Michael Braun mengatakan kepada korban Bold, bahwa dia telah menerima banyak surat elektronik yang mengeluhkan keberadaan restoran misterius itu.
"Saya beranggapan itu adalah sebuah lelucon yang menyesatkan. Tetapi, itu sangat menjijikan. Terutama karena kasus adanya seorang warga Berlin yang dibunuh seorang kanibal belum lama ini," kata Braun.
Kasus yang dimaksud Braun itu adalah pelaku kanibal Armin Meiwes, yang dihukum seumur hidup. Pada 2006, Meiwes terbukti membunuh dan memakan warga Berlin, yang menurut pengakuannya, sudah menyatakan kesediaannya untuk disantap.
Korban adalah Bernd Jurgen Brandes, seorang teknisi komputer, menyatakan dirinya secara sukarela untuk disantap Meiwes pada 2001. Meiwes tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Si kanibal akhirnya memotong bagian tubuh Bernd dan menyantapnya. Potongan tubuh itu disantap setelah dimasak dengan campuran bawang putih, garam, dan lada.
Santapan Meiwes itu tidak habis dalam sehari. Bahkan setelah beberapa bulan dia terus menyantap bagian-bagian tubuh korban. Saat dibekuk polisi, Meiwes sudah menyantap hampir 20 kilogram bagian tubuh Bernd. (sj)
• VIVAnews
sumber:vivanews.com
Seperti dilansir Telegraph edisi 27 Agustus 2010, iklan ajakan donasi bagian tubuh untuk disantap itu menuai kemarahan publik Jerman.
Dalam iklannya, mereka meminta pengunjung restoran untuk mendonasikan sebagian tubuhnya untuk disajikan. Mereka juga sekaligus mencari dokter bedah yang menurut mereka 'berpikiran terbuka'.
Bagi mereka yang bersedia menjadi anggota dan mendonasikan organnya, mereka harus bersedia turut dalam budaya 'Kanibal-Wari'. Dan pemilik restoran akan meminta mereka untuk mengisi formulir kesediaan.
Hingga kini belum terungkap di mana lokasi restoran yang menuai protes itu. Dalam situs disebutkan, dalam menjalankan bisnisnya, restoran ini mengedepankan spirit dari kanibalisme 'Belas Kasihan' dari Suku Waricaca di Brazil.
"Kami melihat acara pesta ini merupakan tindakan rohani, yang memiliki semangat dan kekuatan mengkonsumsi makhluk hidup untuk diberikan kepada para tamu," tulis situs itu.
Protes pun bermunculan. Wakil Presiden Partai Kristen Demokrat Berlin Michael Braun mengatakan kepada korban Bold, bahwa dia telah menerima banyak surat elektronik yang mengeluhkan keberadaan restoran misterius itu.
"Saya beranggapan itu adalah sebuah lelucon yang menyesatkan. Tetapi, itu sangat menjijikan. Terutama karena kasus adanya seorang warga Berlin yang dibunuh seorang kanibal belum lama ini," kata Braun.
Kasus yang dimaksud Braun itu adalah pelaku kanibal Armin Meiwes, yang dihukum seumur hidup. Pada 2006, Meiwes terbukti membunuh dan memakan warga Berlin, yang menurut pengakuannya, sudah menyatakan kesediaannya untuk disantap.
Korban adalah Bernd Jurgen Brandes, seorang teknisi komputer, menyatakan dirinya secara sukarela untuk disantap Meiwes pada 2001. Meiwes tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Si kanibal akhirnya memotong bagian tubuh Bernd dan menyantapnya. Potongan tubuh itu disantap setelah dimasak dengan campuran bawang putih, garam, dan lada.
Santapan Meiwes itu tidak habis dalam sehari. Bahkan setelah beberapa bulan dia terus menyantap bagian-bagian tubuh korban. Saat dibekuk polisi, Meiwes sudah menyantap hampir 20 kilogram bagian tubuh Bernd. (sj)
• VIVAnews
sumber:vivanews.com
NASA Temukan Planet kembaran Bumi
VIVAnews -- Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan temuan baru yang dihasilkan satelit Kepler, Kamis 26 Agustus 2010.
Kepler menemukan kelompok planet alien, planet-planet yang tak pernah dilihat sebelumnya itu mengelilingi sebuah bintang -- seperti planet dalam tata surya yang mengelilingi Matahari. Temuan itu dinamakan sistem Kepler 9.
Pengamatan dari observatorium Kepler mengkonfirmasikan dua planet seukuran Saturnus mengorbit sebuah bintang -- dalam jarak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi.
Mereka juga mengungkapkan kandidat planet yang mungkin sama ukurannya dengan Bumi dalam sistem yang sama.
Mengapa kandidat? Karena keberadaannya belum terkonfirmasi.
Sampai saat ini, para astronom belum mengkonfirmasi apakah ada planet yang potensial seperti Bumi -- dalam arti bisa menopang kehidupan. Namun, analisa awal mengatakan, planet tersebut punya radius 1,5 kali Bumi.
Observasi lanjutan dari sistem planet tersebut akan membantu menjawab pertanyaan adakah kehidupan di luar Bumi.
"Kami berharap dalam beberapa hari atau minggu, kami bisa memastikannya," kata William Borucki, peneliti utama Keppler di
Pusat Penelitian Ames milik NASA, seperti dimuat laman Space, 26 Agustus 2010.
Untuk kali pertamanya, analisis pengamatan Kepler juga dikombinasikan dengan waktu transit dan observasi kecepatan radial untuk memperkirakan massa planet-planet alien itu.
Dua planet terbesar dalam sistem ini yang dinamakan Kepler 9b dan Kepler 9c -- ditemukan memiliki diameter yang hampir sama. Keduanya punya massa dan kepadatan seperti Saturnus.
Namun, dua planet tersebut terlalu dekat dengan bintang -- mirip Matahari, seperti Merkurius yang mengorbit Matahari. Dua planet itu diduga kuat tidak memiliki kehidupan karena sangat panas.
Planet Kepler adalah kelompok planet ke dua yang diumumkan minggu ini. Sebelumnya, astronom Badan Antariksa Eropa (ESO) mengumumkan penemuan 'tata surya' yang terdiri dari tujuh planet yang berjarak 127 tahun cahaya dari Bumi.
Kembaran Bumi?
Para astronot belum menemukan planet mirip Bumi dari observatorium Kepler.
Jika keberadaan planet ketiga mirip yang Bumi sudah ada konfirmasi, planet itu bisa menjadi 'planet terkecil' yang dikenal.
"Kami bisa mengatakan, dalam hal ukuran fisik, ini akan jadi yang terkecil, tapi kami belum mengetahui massanya," kata Matthew Holman, staf direktur divisi teori astrofisika di Harvard-Smithsonian Center, yang mengkonfirmasi temuan Kepper.
Keppler mengungkapkan, planet ketiga ini memiliki radius 11,5 kali Bumi dan memiliki periode orbital sekitar 1,6 hari di Bumi -- lebih pendek dari Kepler-9b dan 9c.
Para peneliti sedang meneliti apakah kandidat 'Kembaran Bumi' mengorbit di bintang yang sama dengan dua planet lain.
"Salah satu pesan dari pekerjaan ini adalah bahwa Kepler membuat kemajuan menuju tujuan untuk menemukan sistem planet yang mirip dengan tata surya kita."
Namun dalam hal kelayakan huni, sistem Kepler-9 mungkin bukan tempat yang tepat untuk mencari kehidupan.
"Planet-planet ini seperti tidak layak huni," kata Holman. Diperkirakan temperatur dua planet terbesar sangat tinggi, sekitar 740 derajat Kelvin (872 derajat Fahrenheit) dan 540 derajat Kelvin (512 derajatFahrenheit).
"Temperatur itu jauh di atas titik didih air, maka diduga kuat itu bukan planet berpenghuni. (hs)
sumber:vivanews.com
Kepler menemukan kelompok planet alien, planet-planet yang tak pernah dilihat sebelumnya itu mengelilingi sebuah bintang -- seperti planet dalam tata surya yang mengelilingi Matahari. Temuan itu dinamakan sistem Kepler 9.
Pengamatan dari observatorium Kepler mengkonfirmasikan dua planet seukuran Saturnus mengorbit sebuah bintang -- dalam jarak sekitar 2.300 tahun cahaya dari Bumi.
Mereka juga mengungkapkan kandidat planet yang mungkin sama ukurannya dengan Bumi dalam sistem yang sama.
Mengapa kandidat? Karena keberadaannya belum terkonfirmasi.
Sampai saat ini, para astronom belum mengkonfirmasi apakah ada planet yang potensial seperti Bumi -- dalam arti bisa menopang kehidupan. Namun, analisa awal mengatakan, planet tersebut punya radius 1,5 kali Bumi.
Observasi lanjutan dari sistem planet tersebut akan membantu menjawab pertanyaan adakah kehidupan di luar Bumi.
"Kami berharap dalam beberapa hari atau minggu, kami bisa memastikannya," kata William Borucki, peneliti utama Keppler di
Pusat Penelitian Ames milik NASA, seperti dimuat laman Space, 26 Agustus 2010.
Untuk kali pertamanya, analisis pengamatan Kepler juga dikombinasikan dengan waktu transit dan observasi kecepatan radial untuk memperkirakan massa planet-planet alien itu.
Dua planet terbesar dalam sistem ini yang dinamakan Kepler 9b dan Kepler 9c -- ditemukan memiliki diameter yang hampir sama. Keduanya punya massa dan kepadatan seperti Saturnus.
Namun, dua planet tersebut terlalu dekat dengan bintang -- mirip Matahari, seperti Merkurius yang mengorbit Matahari. Dua planet itu diduga kuat tidak memiliki kehidupan karena sangat panas.
Planet Kepler adalah kelompok planet ke dua yang diumumkan minggu ini. Sebelumnya, astronom Badan Antariksa Eropa (ESO) mengumumkan penemuan 'tata surya' yang terdiri dari tujuh planet yang berjarak 127 tahun cahaya dari Bumi.
Kembaran Bumi?
Para astronot belum menemukan planet mirip Bumi dari observatorium Kepler.
Jika keberadaan planet ketiga mirip yang Bumi sudah ada konfirmasi, planet itu bisa menjadi 'planet terkecil' yang dikenal.
"Kami bisa mengatakan, dalam hal ukuran fisik, ini akan jadi yang terkecil, tapi kami belum mengetahui massanya," kata Matthew Holman, staf direktur divisi teori astrofisika di Harvard-Smithsonian Center, yang mengkonfirmasi temuan Kepper.
Keppler mengungkapkan, planet ketiga ini memiliki radius 11,5 kali Bumi dan memiliki periode orbital sekitar 1,6 hari di Bumi -- lebih pendek dari Kepler-9b dan 9c.
Para peneliti sedang meneliti apakah kandidat 'Kembaran Bumi' mengorbit di bintang yang sama dengan dua planet lain.
"Salah satu pesan dari pekerjaan ini adalah bahwa Kepler membuat kemajuan menuju tujuan untuk menemukan sistem planet yang mirip dengan tata surya kita."
Namun dalam hal kelayakan huni, sistem Kepler-9 mungkin bukan tempat yang tepat untuk mencari kehidupan.
"Planet-planet ini seperti tidak layak huni," kata Holman. Diperkirakan temperatur dua planet terbesar sangat tinggi, sekitar 740 derajat Kelvin (872 derajat Fahrenheit) dan 540 derajat Kelvin (512 derajatFahrenheit).
"Temperatur itu jauh di atas titik didih air, maka diduga kuat itu bukan planet berpenghuni. (hs)
sumber:vivanews.com
Langganan:
Postingan (Atom)



